Sorong – Inovasi baru dalam bidang pendidikan sains kembali tercipta dengan lolosnya produk riset dari Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong dalam Program Pendampingan Unggulan Berpotensi Kekayaan Intelektual (UBER-KI). Alat tersebut adalah Alat Pengukur Massa Jenis Zat Padat Otomatis, yang dirancang untuk memberikan pengukuran yang akurat dan efisien.
Alat ini menggunakan teknologi berbasis Arduino dan memanfaatkan sensor loadcell dan sensor ultrasonik HC-SR04 untuk mengukur massa dan volume jenis zat padat. “Kami ingin menciptakan alat yang tidak hanya presisi tetapi juga terjangkau dan mudah digunakan, terutama untuk lembaga pendidikan dan industri kecil,” kata ketua tim riset, Endra Putra Raharja, M.Pd.
Fitur utama dari alat ini mencakup sensor loadcell yang memberikan pengukuran massa dengan presisi tinggi, serta sensor ultrasonik yang memungkinkan pengukuran volume secara efisien. “Integrasi antara kedua sensor ini memungkinkan pengguna untuk mendapatkan hasil pengukuran yang lebih akurat dan cepat,” tambah Endra. Mikrokontroler Arduino berfungsi sebagai pusat kontrol yang memproses data dari sensor dan menampilkan hasilnya secara real-time.
Keunggulan lain dari alat ini adalah desain ekonomisnya, yang meminimalkan biaya produksi. “Kami berharap alat ini dapat diakses oleh lebih banyak orang, termasuk siswa dan guru, untuk memfasilitasi pembelajaran yang lebih interaktif,” ungkap Endra. Dengan fitur integrasi digital, alat ini juga memungkinkan penggunaan data yang lebih luas dan fleksibel, yang sangat berguna dalam konteks pendidikan dan penelitian.
Program UBER-KI sendiri merupakan hibah dari DRTPM Kemdikbudristek RI yang bertujuan mendukung inovasi yang memiliki potensi kekayaan intelektual. “Kami sangat bersyukur dapat terlibat dalam program ini, karena tidak hanya memberikan dukungan finansial, tetapi juga akses ke jaringan profesional yang lebih luas,” kata Endra.
Dengan lolosnya produk ini, UNIMUDA Sorong semakin mengukuhkan komitmennya dalam pengembangan riset dan inovasi di bidang pendidikan. “Kami berharap alat ini tidak hanya bermanfaat untuk UNIMUDA, tetapi juga bagi masyarakat luas,” pungkas Endra, mengakhiri penjelasannya. Keberhasilan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat pendidikan sains di Indonesia dan meningkatkan kualitas pengajaran di tingkat sekolah.