Peninjauan Kurikulum MBKM Pendidikan IPA UNIMUDA Sorong untuk Penuhi Kebutuhan Dunia Kerja

Peninjauan Kurikulum MBKM Pendidikan IPA UNIMUDA Sorong untuk Penuhi Kebutuhan Dunia Kerja

Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong melaksanakan peninjauan kurikulum berbasis Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM). Kegiatan ini berlangsung di Meeting Room UNIMUDA Sorong selama tiga hari pada 15-17 Oktober 2020, dengan tujuan untuk memutakhirkan kurikulum agar sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan kebutuhan dunia kerja.

Peninjauan ini didasari oleh kebijakan MBKM yang tertuang dalam Permendikbud No. 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti). Kebijakan ini memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk menempuh tiga semester di luar program studi mereka. Ketua Program Studi Pendidikan IPA, Abdul Rachman Tiro, M.Pd., menyatakan bahwa peninjauan ini merupakan upaya penting untuk memastikan lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan tuntutan dunia kerja saat ini. “Kurikulum yang kami kembangkan harus selaras dengan visi pendidikan yang mencetak generasi berdaya saing global," ungkapnya.

Dalam workshop ini, turut hadir sejumlah stakeholder internal dan eksternal, termasuk perwakilan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sorong, pengawas pendidikan, serta guru-guru di daerah. Selain itu, pakar pendidikan, Dr. Dwi Cahyono, M.Si., juga memberikan pandangan terkait pengembangan kurikulum berbasis MBKM. “Kurikulum MBKM mendorong keseimbangan antara teori di kampus dan praktik di lapangan, memungkinkan mahasiswa lebih siap menghadapi dunia kerja,” jelasnya dalam sesi pemaparan.

Kegiatan peninjauan kurikulum ini dimulai dengan pemaparan hasil tracer study alumni oleh Lembaga Kemahasiswaan UNIMUDA Sorong. Hasil tersebut menunjukkan perlunya penyesuaian kurikulum agar sesuai dengan kebutuhan pengguna lulusan. Selain itu, peserta workshop juga membahas pentingnya sinergi antara pendidikan tinggi dan dunia kerja untuk mencetak lulusan yang adaptif dan inovatif.

Dalam diskusi yang berlangsung, peserta workshop memberikan berbagai masukan terkait dengan pembaruan mata kuliah, bobot SKS, serta bahan kajian yang akan ditetapkan. “Kurikulum yang kami rancang tidak hanya berfokus pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter yang kuat dan kesiapan menghadapi tantangan global,” tambah Abdul Rachman Tiro.

Peninjauan ini menghasilkan draf kurikulum baru yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja dan visi UNIMUDA Sorong. Kurikulum ini diharapkan dapat menjadi landasan yang kuat bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi tambahan di luar prodi, memperluas pengalaman praktis, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Kegiatan ini ditutup dengan kesepakatan untuk melanjutkan komunikasi dengan stakeholder secara berkala guna memastikan implementasi kurikulum berbasis MBKM berjalan dengan baik. Dengan adanya kurikulum baru ini, diharapkan lulusan UNIMUDA Sorong mampu berkontribusi lebih luas di masyarakat dan dunia kerja.