Pendidikan IPA UNIMUDA Sorong Gelar Seminar Nasional, Soroti Strategi Inovatif Hadapi Krisis Iklim

Pendidikan IPA UNIMUDA Sorong Gelar Seminar Nasional, Soroti Strategi Inovatif Hadapi Krisis Iklim

Pendidikan IPA UNIMUDA Sorong Gelar Seminar Nasional, Soroti Strategi Inovatif Hadapi Krisis Iklim

SORONG — Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong telah menyelenggarakan Seminar Nasional bertema “Pendidikan IPA di Era Krisis Iklim: Strategi Inovatif untuk Meningkatkan Literasi Sains dan Membangun Kesadaran Berkelanjutan” pada Sabtu, 26 September 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting mulai pukul 10.00 WIT hingga selesai ini melibatkan mahasiswa Pendidikan IPA sebagai panitia penyelenggara serta menghadirkan pemakalah, peserta, dan tamu undangan. Jumlah orang yang bergabung dalam pertemuan daring tersebut diperkirakan mencapai sekitar 42 orang.

Seminar nasional ini bertujuan mendorong pengembangan metode pembelajaran sains yang adaptif dan solutif dalam menghadapi tantangan perubahan iklim global. Melalui kegiatan tersebut, Program Studi Pendidikan IPA UNIMUDA Sorong berupaya mendukung peningkatan literasi sains sekaligus membangun kesadaran mengenai pentingnya keberlanjutan lingkungan melalui pendidikan.

Hadirkan Pemakalah dari Berbagai Perguruan Tinggi

Seminar nasional ini menghadirkan empat narasumber dari perguruan tinggi, yaitu Dr. Suhendar, M.Pd. dari Universitas Muhammadiyah Sukabumi, Dr. Novia, M.Pd. dari Universitas Sebelas Maret, Dr. Misbah, M.Pd. dari Universitas Lambung Mangkurat, serta Dr. Rendi Restiana Sukardi, M.Pd. dari Universitas Pendidikan Indonesia.

Selain menghadirkan narasumber, kegiatan ini melibatkan 14 pemakalah dan 10 peserta, di luar panitia serta tamu undangan lainnya. Keterlibatan mahasiswa Pendidikan IPA sebagai panitia turut menjadi bagian dari partisipasi mahasiswa dalam mendukung pelaksanaan kegiatan akademik dan pengembangan wawasan keilmuan.

Berbagai topik yang diangkat dalam seminar ini mencakup pendidikan IPA dan krisis iklim, literasi sains dan Education for Sustainable Development (ESD), pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam pendidikan, serta penerapan STEM/STEAM dan Project-Based Learning.

Pembahasan juga mencakup etnosains, kearifan lokal, konservasi lingkungan, kurikulum dan asesmen pendidikan IPA berkelanjutan, pengembangan profesional guru dan dosen, media pembelajaran, serta penelitian dan inovasi pendidikan IPA.

Keberagaman topik tersebut menunjukkan pentingnya pengembangan pembelajaran sains yang tidak hanya berorientasi pada pemahaman konsep, tetapi juga mampu menghubungkan ilmu pengetahuan dengan persoalan nyata. Dalam menghadapi perubahan iklim, pendidikan IPA memiliki peran penting untuk membangun kemampuan berpikir kritis, meningkatkan pemahaman terhadap fenomena alam, serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.

Dorong Inovasi Pembelajaran dan Kesadaran Lingkungan

Perubahan iklim merupakan tantangan global yang membutuhkan perhatian dan keterlibatan berbagai sektor, termasuk dunia pendidikan. Pendidikan IPA dapat menjadi salah satu sarana untuk membantu peserta didik memahami perubahan lingkungan melalui pendekatan ilmiah, sekaligus mendorong mereka mengembangkan sikap bertanggung jawab terhadap keberlanjutan alam.

Melalui seminar nasional ini, peserta memperoleh ruang untuk mengikuti perkembangan pemikiran dan inovasi dalam pendidikan sains. Pembahasan mengenai transformasi digital, kecerdasan buatan, STEM/STEAM, dan pembelajaran berbasis proyek juga relevan dengan upaya mengembangkan metode pembelajaran yang lebih kontekstual dan sesuai dengan perkembangan zaman.

Selain itu, pengangkatan tema etnosains dan kearifan lokal memberikan ruang bagi pembahasan mengenai keterkaitan pengetahuan ilmiah dengan pengalaman serta praktik masyarakat dalam menjaga lingkungan. Pendekatan tersebut dapat menjadi salah satu alternatif untuk menghadirkan pembelajaran IPA yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Pelaksanaan kegiatan secara daring melalui Zoom Meeting memungkinkan panitia, pemakalah, peserta, dan tamu undangan mengikuti kegiatan tanpa harus berada di lokasi yang sama secara fisik.

Seminar ini juga mencantumkan jalur publikasi ilmiah melalui sejumlah jurnal dan prosiding. Peluang tersebut dapat mendukung penyebarluasan hasil penelitian dan kajian ilmiah sesuai dengan ketentuan publikasi yang berlaku.

Rencanakan Seminar Lanjutan dengan Keterlibatan Pemakalah Lebih Luas

Penyelenggaraan seminar nasional ini diharapkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Program Studi Pendidikan IPA UNIMUDA Sorong dalam mengembangkan kegiatan akademik dan memperluas ruang diskusi ilmiah di bidang pendidikan sains.

Sebagai tindak lanjut, direncanakan penyelenggaraan seminar berikutnya dengan melibatkan lebih banyak pemakalah. Rencana ini diharapkan dapat membuka kesempatan yang lebih luas bagi mahasiswa, pendidik, peneliti, dan akademisi untuk berbagi hasil penelitian, bertukar gagasan, serta berkontribusi dalam pengembangan pendidikan IPA.

Kegiatan seminar lanjutan juga berpotensi memperluas partisipasi akademik dan memperkaya pembahasan mengenai inovasi pembelajaran, literasi sains, serta isu lingkungan yang semakin relevan dalam dunia pendidikan.

Melalui kegiatan ilmiah yang berkelanjutan, Program Studi Pendidikan IPA UNIMUDA Sorong diharapkan dapat terus mendorong budaya akademik, meningkatkan kualitas pertukaran pengetahuan, dan memperkuat kontribusi pendidikan sains dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.

Seminar nasional ini menjadi salah satu upaya untuk mempertemukan gagasan dan wawasan dalam pengembangan pendidikan IPA. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dikembangkan dengan jangkauan pemakalah yang lebih luas sehingga semakin banyak hasil penelitian dan inovasi pendidikan yang dapat dibagikan kepada masyarakat akademik.